RSS

TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP MASA DEPAN UMAT MANUSIA

15 Okt

Ada lima unsur permasalahan yang saling berkaitan dan menentukan daya keterhunian bumi ini untuk manusia di masa depan.
1. Masalah perimbangan energi di bumi secara menyeluruh
Setiap tahun energi surya yang sampai ke tepi luar atmosfer, yaitu homosfer ada sebanyak  263.000 langley (1 langley = 1 gram kal/cm kuadrat, sedang 1 gram kal ialah banyaknya panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu gram air dari 14,5 derajat celsius menjadi 15,5 derajat celsius). Dari energi ini  123.000 langley atau 47 % dipantulkan kembali ke atmosfer oleh molekul-melekul, uap air dan debu, sedangkan sisanya sampai ke permukaan bumi. Akibat keberagaman tingkat awan, banyaknya debu dalam atmosfer, garis lintang, ketingigian dan bentuk permukaan bumi, musim dan waktu terjadinya penyinaran dalam hari tertentu, banyak energi yang diterima di daerah dua kutup yang hanya 1/10 hingga 1/8 banyaknya energi yang diterima di daerah tropik semua itu menyebabkan tingkat radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi pun beragam. Radiasi itu pun hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk proses asimilasi, ialah proses pembuatan zat organik dari zat an organik yang terdiri dari proses fotosintesis dan kemosintesis.
2. Perubahan daur hidrologi di bumi secara menyeluruh
Pola hidrologi lingkungan termasuk pola sebaran curah hujan sangat menentukan produktivitas lahan pertanian. Bertambahnya populasi manusia mengkibatkan perubahan fungsi hutan dan lahan-lahan pertanian menjadi pemukiman juga mengubah pola hidrologi serta menjadikan air semakin langka. Kelangkaan air ini akhirnya mendorong manusia membuat sumur-sumur dalam yang berakibat terjadi longsoran tanah, intrusi air laut jauh masuk ke daratan di belakang garis pantai. Gejala ini kemudian akan membuat lahan menjadi tandus, sehingga menggangu sistem daur air di bumi.

3. Perubahan daur biogeokimia
Ada 40 unsur yang diperlukan bagi kehidupan, dii antaranya yang terpenting adalah karbon (C), nitrogen (N),fospor (P), belerang (S), oksigen (O), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), silikon (Si), besi (Fe) dan aluminium (Al). Selain itu sebagian unsur-unsur ini tersimpan dalam bentuk bahan organik dalam tubuh makhluk hidup yang masih hidup atau yang sudah mati. Unsur-unsur yang mengalami daur ulang di antaranya adalah :

Daur karbon terjadi melalui asimilasi/fotosintesis dan respirasi, di mana pengembalian unsur karbon ke atmosfer dalam bentuk karbondioksida melalui pernapasan, melalui pembakaran zat bahan organik fosil. Kegiatan ini berindikasi bertambahnya kadar karbondioksida udara yang mengakibatkan perubahan suhu atau iklim.

Daur nitrogen dari udara ke tanah dan tumbuhan dipengaruhi pada pelbagai tahap selain oleh adanya ledakan-ledakan listrik di atmosfer atau juga aktivitas jasad renik. Secara simntetik nitrogen dari udara dapat diikat menjadi garam amonium, sedangkan dari limbah energi fosil dapat diproduksi urea. Ketersediaan nitrogen di dalam tanah sangat berpengaruh pada daya produksi lahan dan kadar karbondioksia di atmosfer bumi. Sebaliknya pemupukan tanaman dengan pupuk N buatan dapat menimbulkan efek samping yaitu denitrifikasi

Daur fosfor dapat melalui peresapann oleh akar tumbuhan hijau. Adanya kebakaran hutan dapat mengakibatkan oksidasi yang mengubah fosfat dari bentuk organik menjadi bentuk an organik yang mudah dimanfaatkan oleh tumbuhan hijau. Selain itu itu sulfur juga masuk sebagai limbah yang mencemarkan atmosfer dengan menambah ke dalamnya oksida belerang melaui pembakaran bahan bakar seperti minyak bumi dan batubara sehingga menjadi hujan asam salah satu akibatnya.

4. Perubahan bentuk dan sifat permukaan bumi
Terjadi berbagai gempa, baik gempa vulkanik maupun gempa tektonik di berbagai sudut permukaan bumi mempengaruhi perubahan bentuk dan sifat kerak bumi. Pergeseran dan peretakan lapisan kulit bumi sebagai gempa tektonik telah mengubah struktur dan tekstur tanah dan batu-batuan yang ada.

5. Produktivitas biologis pada lahan di bumi
Daya produktivitas lahan di bumi adalah suatu faktor yang sangat menentukan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia. Besarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor, di antaranya faktor iklim/suhu, cahaya yang diterima pada permukaan bumi, ketersediaan unsur-unsur kimia utama seperti C, S, P, N, K, Ca dan sebagainya serta sifat-sifat khas kehidupan yang dikembangkan. Bila daya dukung bagi kehidupan manusia melebihi daya produksinya, maka manusia melakukan usaha-usaha menaikan daya produksinya dengan teknologi .

Hal- Hal harus dilakukan oleh manusia
Ilmuwan sebagai manusia yang diberi kemampuan merenung dan menggunakan pikirannya untuk bernalar. Kemampuan berpikir dan bernalar itu pula yang membuat kita sebagai manusia menemukan berbagai pengetahuan baru. Pengetahuan baru itu kemudian digunakan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari lingkungan alam yang tersedia di sekitar kita. Oleh karena itu tangung jawab ilmuwan terhadap masa depan kehidupan manusia di antaranya adalah :
1. Tanggung jawab Profesional terhadap dirinya sendiri, sesama ilmuwan dan masyarakat, yaitu menjamin kebenaran dan keterandalan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dibuatnya secara formal. Agar semua pernyataan ilmiah yang dibuatnya selalu benar dan memberikan tanggapan apabila ia merasa ada pernyataan ada pernyataan ilmiah yang dibuat ilmuwan lain yang tidak benar.

2. Tanggung jawab Sosial, yaitu tanggung jawab ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut asas moral dan etika. Pengalaman dua perang dunia I (terkenal dengan perang kuman) dan II (terkenal dengan bom atom) telah membuktikan bahwa ilmu digunakan untuk tujuan-tujuan yang destruktif

3. Sikap Politik Formal Ilmuwan.
Jika ilmuwan mempunyai rasa tanggung jawab moral dan sosial yang formal, maka konsekuensinya ilmuwan harus mempunyai sikap politik formal. Sebab sikap politik formal merupakan konsisten dengan asas moral keilmuan serta merupakan pengejawantahan / implementasi dari tanggung jawab sosial dalam mengambil keputusan politis, di mana keputusan itu bersifat mengikat (authorative).

Pedoman Kerja Bagi Ilmuwan
Kewajiban batiniah seorang ilmuwan ialah memberikan sumbangan pengetahuan baru yang benar saja ke kumpulan pengetahuan benar yang sudah ada, walaupun ada tekanan-tekanan ekonomi atau sosial yang memintanya untuk tidak melakukan hal itu, karena tanggung jawabnya ialah memerang ketidaktahuan, prasangka dan mitos di kalangan manusia mengenai alam semesta ini.
Adapun pedoman kerja yang disepakati dan harus diikuti para ilmuwan iialah :
1. Bekerjalah dengan jurur
2. Jangan sekali sekali memanipulasi data
3. Selalulah bertindak tepat, teliti dan cermat
4. Berlakulah adil terhadap pendapat orang lain yang mncul terlebih dahulu
5. Jauhilah pandangan berbias tehadap data dan pemikiran ilmuwan lain
6. Jangan berkompromi tetapi usahakanlah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan tuntas
7. Perlunya Etika dan Ketaatan Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
(Andi, 1999: 31)

Hal itu juga sejalan dengan asas moral menurut Yuyun (1984: 93) , yaitu :
1. Kebenaran
2. Kejujuran
3. Tidak mempunyai kepentingan langsung
4. Menyandarkan diri pada kekuatan argumentasi dalam menilai kebenaran

Kebenaran ilmiah yang dihasilkan dari pemikiran dan pengamatan seorang ilmuwan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh umat manusia. Hal itu berarti perlunya kode etik ilmuwan. Mau tidak mau kode etik itu harus dikaitkan denga sistem ‘dosa’. Setiap kali seorang ilmuwan akan mengadakan penelitian, ia harus harus sadar akan kedudukannya sebagai manusia di bumi ini. Artinya ia harus sadar bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya hanya sebagian kecil saja dari Al’ilmi –nya Allah SWT dan bahwa ia hanyalah pesuruh–Nya di muka bumi ini (Al Baqarah: 30-34).
Demi pertanggungan jawaban ilmuwan terhadap masa depan umat manusia, semua dampak negatif sains dan teknologi terus ditangani secara bersama-sama, bukan saja oleh masyarakat imuwan dunia, melainkan juga oleh pemerintah semua negara, berlandasakan suatu pandangan bahwa manusia di bumi ini mempunyai tugas untuk mengelolanya dengan sebaik-baiknya.
Hal-hal yang harus dilakukan manusia adalah :
1. Mengadakan kerjasama ilmuwan dan ahli teknologi berbagai negara dalam menerapkan pengetahuannya demi kepentingan seluruh umat manusia.
2. Perlunya pembangunan yang berorientasi masa depan dan wawasan lingkungan.
Di antaranya :
• Untuk mengantisipasi tingginya angka natalitas penduduk dunia, perlunya pembatasan melalui program keluarga berencana melalui program PBB.
• Menghindari pembangunan yang berwawasan efek rumah kaca.
• Pembangunan dengan berorientasi analisis dampak lingkungan (amdal)
• Peningkatan kesadaran hidup sehat melalui program peningkatan mutu penduduk dan perbaikan gizi masyarakat
• Optimalisasi lahan produktif melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
• Program reboisasi lahan gundul, penghentian penggundulan dan pembakaran hutan

Sumber :
Lingga. 2008. Memahami Etika dan Tanggung Jawab Ilmuwan.
Online (http://linggaselalubahagia.wordpress.com/2008/02/23/memahami-etika-dan-tanggung-jawab-ilmuwan/, diakses tanggal 19 Desember 2011).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2012 in Filsafat Ilmu

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: