RSS

PERKEMBANGAN PANDANGAN TENTANG TERCIPTANYA BUMI

15 Okt

A. BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya yang berusia mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. (http://isi-bumi-kita.blogspot.com/2010/05/tentang-bumi.html).
Adapun beberapa pendapat tentang bumi, yaitu :
Menurut bangsa Babilonia, bumi dianggap sebagai suatu yang berongga, yang ditopang oleh samudra angkasa melengkung di atas bumi, berdiri tegak antara perairan bawah dan perairan atas samudra, yang kadang-kadang turun ke bumi berupa hujan.
Sebagian besar bangsa yunani kuno percaya bahwa bumi adalah pusat alam raya, pada sekitar tahun 140 M muncul teori Ptolemaios tentang system tata surya dialam semesta yang didasari oleh konsep geosentrisme, yang beranggapan banha bumi tetap pada tempatnya, sedangkan planet-planet lain mengitarinya.

B. BENTUK BUMI
Menurut Prahasta, E., 2001 (dalam Dr. Darsiharjo, M.S.) Bentuk bumi yang diyakini atau dianut oleh manusia sebagai hasil dari pemikirannya telah berevolusi dari abad ke abad. Berikut ini beberapa pandangan mengenai bentuk bumi :
Tiram/Oyster atau cakram yang terapung di permukaan laut (konsepsi bumi dan alam semesta menurut bangsa Babilonia + 2.500 tahun Sebelum Masehi).
Piringan lingkaran atau cakram (pandangan bangsa Romawi).
Lempeng datar (pandangan Hecateus, yaitu bangsa Yunani Kuno pada + 500 tahun Sebelum Masehi).
Kotak persegi panjang (anggapan para Geograf Yunani Kuno pada + 500 tahun Sebelum Masehi hingga awal + 400 tahun Sebelum Masehi).
Bola (bangsa Yunani Kuno seperti : Pythagoras + 495 tahun Sebelum Masehi; Aristoteles membuktikan bentuk bola bumi + 340 tahun Sebelum Masehi; Archimedes + 250 tahun Sebelum Masehi; dan Erastosthenes + 250 tahun Sebelum Masehi).
Buah Jeruk Asam/Melon (J. Cassini pada tahu 1683 – 1718).
Buah Jeruk Manis/Orange (Ahli Fisika : Huygens pada tahun 1629 – 1695; dan Isac Newton pada tahun 1643 – 1727).
Ellips Putar/Ellipsoid (French Academy of Sciences yang didirikan pada tahun 1666).

C. BUMI MENURUT KITAB KEJADIAN
Menurut kitab kejadian (Ganesis 1) terciptanya bumi berlangsung selama enam hari. Pada mulanya sewaktu tuhan menciptakan alam raya, bumi tanpa bentuk kosong dan gelap gulita.
 Hari pertama diciptakan siang dan malam.
 Hari kedua diciptakan kubah yang dinamakan angkasa, yang memisahkan air di bawahnya dari air di atasnya.
 Hari ketiga diciptakan daratan dan lautan. Daratan kemudian diperintahkan menghasilkan berbagai jenis tumbuhan yang mengasilkan bebijian dan buah-buahan.
 Hari keempat diciptakan lentera-lentera untuk menerangi bumi. Lentera-lentera itu ialah matahari, bulan, dan bintang-bintang.
 Hari kelima diciptakan hewan penghuni air seperti ikan dan hewan penghuni udara seperti burung-burung.
 Hari keenam Tuhan menciptakan hewan daratan dan manusia. Kepada manusia tuhan menguasakan pengelolaan ikan, burung, dan satwa piaraan maupun liar. Semua ciptaanNya berpasangan agar dapat berkembang biak. Karena kepada manusia diperintahkan agar mempunyai anak banyak agar mereka menyebar ke seluruh penjuru bumi dan mengelolanya termasuk semua makhluk hidup yang ada di bumi. Tuhan juga mengatur pembagian makanan yang diperlukan manusia dan hewan.
 Lengkaplah alam raya itu tercipta pada hari ke7 dan Tuhanpun berhenti bekerja. Diberkatinya hari ke7 itu dan kekhususkannya sebagai beristirahat bagi manusia.

D. TERCIPTANYA BUMI MENURUT AL-QURAN
Terciptanya bumi menurut Al-Quran yaitu sebagai berikut :
Surat Al-A`raf: 54
“Sesungguhnya Yuhanmu, ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu, lalu Dia menguasai singgasana. Ditutupi-Nya siang dan malam yang mengejarnya dengan tergesa-gesa. Dan matahari dan bulan, dan bintang-bintang. Semua tunduk di bawah pengaturannya. Sesungguhnya kepunyaan-Nya lah swmua ciptaan dan zat. Maha Tinggi Allah Tuhan Semesta Alam”
Surat Yunus: 3
“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Kemudian Dia bersemayam di atas singgasana, mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang dapat memberikan pembelaan pada hari kiamat, kecuali setelah ada izin-Nya. Yang mempunyai sifat-sifat demikian, itulah Allah, Tuhanmu! Karena itu sembahlah Dia! Mengapa kamu tidak mengingat?”
Surat Hud: 7
“Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam satuan waktu. Singgasana-Nya sebelum itu ada di atas air. Hal itu untuk menguji kamu, siapa di antaramu yang terbaik pekerjaannya. Demi Allah, jika engkau katakan: `sungguh! Kamu pasti akan dibangkitkan kelak sesudah mati` niscaya orang-orang kafir itu akan menjawab: `Ini adalah nyata-nyata ilmu sihir`
Surat Al-Furqan: 59
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dalam enam satuan waktu. Kemudian ia bertakhta di singgasana-Nya. Dia Maha Pengasih! Tanyakan hal itu kepada orang yang mengetahui tentang Dia”
Dari surat-surat tersebut terlihat bahwa, secara umum proses terciptanya jagat raya ini berlangsung dalam 6 periode atau masa dimana tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Dan melalui proses pemisahan massa tadinya bersatu padu dan disebutkan pula tentang lebih dari satu langit dan bumi.
Al-Quran surat Fussilat ayat 9 – 12 menceritakan banwa bumi lebih dahulu diciptakan daripada langit, sebagaimana firman-Nya:
“Katakanlah: `Sesungguhnya patutlah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat demikian) itulah Tuhan alam semesta”. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)-Nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menuruti penrintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (QS. Fushshilat:9-12).
Berkata Imam Ibnu Katsir:”Ayat ini menunjukkan bahwa bumi tercipta sebelum langit, karena bumi itu bagaikan pondasi dari sebuah bangunan” (Al-Bidayahwan-Nihayah 1/29). Dan beliau juga berkata dalam Tafsirnya: :Allah menyebutkan banwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu, karena bumi adalah pondasi dan pada dasarnya sesuatu itu diawali dari pondasinya baru kemudian atapnya: (Lihat Hidayatul-Hairan oleh Syaikh Abdul-Karim Al-Humaid halaman 33).
Dan ini pulalah yang dikatakan Ibnu `Abbas radliyallahu `anhu sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa terciptanya bumi itu sebelum langit. Berkata Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir beliau (1/89): “Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini, kecuali yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir dari Qatadah” Adapun firman Allah swt:
“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya, dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. (QS.An-Naazi`aat: 27-33).
Maka “Dahakha” bukan menciptakan, karena Allah telah menafsirkan maknanya dalam ayat selanjutnya, bahwa makna dihyah adalah: mengeluarkan air, menumbuhkan tumbuhan, dan lainnya. Jadi proses terjadinya alam semesta adalah Allah menciptakan bumi, lalu menciptakan langit bersama matahari, bulan, dan bintang-gemintangnya; lalu setelah menyempurnakannya maka Allah mengeluarkan mata air dari bumi dan menumbuhkan tumbuhan serta lainnya. (Lihat Al-Bidayah wan-Nihayah 1/30).

E. TEORI TENTANG USIA BUMI
Berdasarkan uraian di atas tentang terciptanya bumi maka beberapa ilmuan dapat memperkirakan usia bumi melalui teori-teori berikut ini:
1. Teori Sedimen
Pengukuran usia bumi didasarkan atas perhitungan tebal lapisan sedimen yang membentuk batuan. Dengan mengetahui ketebalan lapisan sediment yang terbentuk tiap tahunnya memperbandingkan tebal batuan sediment yang terdapat dibumi sekarang ini, maka dapat dihitung umur lapisan kerak bumi. Berdasarkan perhitungan seperti ini diperkirakan bumi terbentuk 500 juta tahun yang lalu.
2. Teori kadar garam
Pengukuran usia bumi berdasarkan atas perhitungan kadar garam di laut, diduga bahwa mula-mula laut itu berair tawar. Dengan adanya sirkulasi air dalam ala mini, maka air yang mengalir dari darat melalui sungai ke laut, membawa garam-garam. Keadaan semacam ini berlangsung terus menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kenaikan kadar garam tiap tahun, yang dibandingkan dengan kadar garam pada saat ini yaitu kurang lebih 320, maka dihasilkan perhitungan bahwa bumi terbentuk 1000 juta tahun yang lalu.
3. Teori Termal
Pengukuran bumi berdasarkan atas perhitungan suhu bumi. Diduga bahwa bumi mula-mula merupakan batauan yang sangat panas yang lama kelamaan mendingin. Dengan mengetahui massa dan suhu bumi saat ini, maka ahli fisika bangsa inggris yang bernama Elfin memperkirakan bahwa perubahan bumi menjadi batuan yang dingin seperti saat ini dari batuan yang sangat panas pada permulaan memerlukan waktu 20000 juta tahun.
4. Teori Radioaktivitas
Pengukuran usia bumi yang dianggap paling benar, ialah berdasarkan waktu peluruan unsur-unsur radioaktif. Dalam perhitungan ini diperlukan pengetahuan tentang waktu paroh unsure-unsur radioaktif. Wakto paroh adalah waktu yang dibutuhkan unsure radioaktif untuk seluruh atau mengurai sehingga massanya tinggal separoh. Berdasarkan perhitungan seperti tersebut dapat disimpulkan bahwa usia bumi berkisar 5 sampai 7 ribu juta tahun.
Kita juga boleh mencatat persamaan banyaknya hari yang disebutkan dalam Alquran maupun kitab kejadian yang digunakan Tuhan semesta alam untuk menciptakan alam raya, yaitu enam hari. Berdasarkan Alquran surat Ke-22 ayat 47 tercatat bahwa satu hari itu setara dengan 1000 tahun ukuran sekarang. Artinya terjadinya bumi dalam kurun waktu 6 hari kali 1000 tahun.

Sumber :
Lidyawati, Susi. 2009. Perkembangan Pandangan Tentang Terciptanya Bumi. Online http://susilidyawati.blogspot.com/2009/06/perkembanganpandangan-tentang-bumi.html, diakses tanggal 7 Oktober 2011).
Atikpasca. 2009. Perkembangan Pandangan Tentang Terciptanya Bumi.
Online : http://atikpasca.wordpress.com/2009/06/08/filsafat-ilmu-teori-terciptanya-bumi/, diakses tanggal 7 Oktober 2011).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2012 in Filsafat Ilmu

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: