RSS

LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN

15 Okt

A. Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, meliputi :
Bab I Ketentuan umum
Bab II Dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional
Bab III Prinsip penyelenggaraan pendidikan
Bab IV Hak dan Kewajiban warga Negara, orang tua dan masyarakat
Bab V Peserta didik
Bab VI Jalur jenjang dan jenis pendidikan

B. Bab I Ketentuan Umum
Pasal I ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Ayat 2 : Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Ayat 3 : Sistem pendidikan merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai tujuan pendidikan.
Ayat 4 : Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur jenjang dan jenis pendidikan.
Ayat 5 : Tenaga kependidikan meliputi bagian administrasi, guru, dan dosen.
Ayat 6 : Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik.
Ayat 7 : Jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal.
Ayat 8 : Jenjang pendidikan terdiri dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi.
Ayat 9 : Jenis pendidikan
Ayat 10 : Satuan pendidikan
Ayat 11 : Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan Perguruan Tinggi.
Ayat 12 : Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat.
Ayat 13 : Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan).

C. Bab III Prinsip dan Penyelenggaraan Pendidikan

Prinsip dan penyelenggaraan pendidikan terdapat pada Bab III Pasal 4, meliputi :
Ayat 1 : Pendidikan diselenggarakan secara demokrasi dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan.
Ayat 2 : Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multimakna.
Ayat 3 : Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan

D. Kompetensi Guru
Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus/pendidikan khusus/persyaratan pendidikan tertentu. Professional berkaitan dengan orang, orang yang bekerja menurut keahlian tertentu. Profesionalitas yaitu berkaitan dengan potensi untuk menjadi professional. Sedangkan profesionalisme adalah paham/pendapat/sikap/pandangan yang berkaitan dengan pekerjaan berdasarkan kaidah ilmu tertentu.
Kompetensi guru :
1. Kompetensi paedagogik : menguasai dasar-dasar ilmu mendidik, mampu merencanakan dan melaksanakan serta mengadministrasikan kegiatan pembelajaran.
2. Kompetensi kepribadian : cerdas, mandiri, jujur dan bertanggung jawab.
3. Kompetensi professional (penguasaan bidang ilmu) : penguasaan konsep, struktur ilmu, metode penelitian, penggunaan laboratorium.
4. Kompetensi Sosial : mampu bekerjasama, berkomunikasi, berorganisasi.

Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah criteria minimal yang harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan.
BSND adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau dan mengevaluasi SNP.
LPMP adalah unit pelaksana teknis tingkat provinsi dengan tugas membantu Pemda dalam bentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran dan bantuan teknis pada TK, diksar, dikmen, dan dik nonformal guna mencapai SNP.

E. Penjamin dan Pengendalian Mutu Pendidikan
Penjamin dan pengendalian mutu pendidikan dilakukan melalui evaluasi, akreditasi dan sertifikasi. Tujuannya agar setiap program pendidikan minimum memenuhi SNP. Kriteria akreditasi C menggambarkan terpenuhinya standar minimal. Hasil evaluasi, akreditasi,maupun sertifikasi menjadi dasar peningkatan lebih lanjut bagi para penyelenggara pendidikan.

F. PROBLEMATIKA PENDIDIKAN
Problematika pendidikan adalah persoalan-persoalan atau permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh dunia pendidikan. Persoalan-persoalan pendidikan tersebut menurut Burlian Somad secara garis besar meliputi hal sebagai berikut : Adanya ketidak jelasan tujuan pendidikan, ketidak serasian kurikulum, ketiadaan tenaga pendidik yang tepat dan cakap serta adanya pengukuran yang salah ukur
1. Ketidak Jelasan Tujuan Pendidikan
Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, Tujuan pendidikan dan pengajaran yang pada intinya, ialah untuk membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air berdasarkan pancasila dan kebudayaan kebangsaan Indonesia dan seterusnya. Kenyataannya pendidikan belum mampu menghasilakn manusia-manusia rumusan tujuan pendidikan yang ada, bahkan terjadi kemerosotan moral, kehidupan yang kurang demokratis, terjadi kekacauan akibat konflik di masyarakat.
2. Ketidak Serasian Kurikulum
Penjelasan mengenai kurikulum terdapat dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab X. Kebanyakan kurikulum yang dipergunakan belum dapat menghasilkan peserta didik untuk mempunyai keterampilan, kemampuan untuk berproduktifitas di tengah-tengah masyarakatnya, karena muatan kurikulum yang di terima di sekolah-sekolah memang tidak di persiapkan untuk menjadikan lulusan dari peserta didik untuk dapat mandiri dimasyarakatnya.
3. Ketiadaan Tenaga Pendidik Yang Tepat dan Cakap
Penjelasan menganai tenaga pendidik terdapat dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab XI. Rendahnya kualitas tenaga kependidikan yang ada dikarenakan di pegang oleh tenaga-tenaga pendidikan yang bukan dari ahlinya. Menugaskan dan seseorang sebagai pendidik yang tidak dibekalinya ilmu kependidikan sangatlah menimbulkan kerugian yang sangat besar, diantaranya terjadinya pemborosan biaya, terjadinya pemerosotan mutu hasil pendidikan.
4. Adanya Pengukuran Yang Salah Ukur
Penjelasan mengenai evaluasi belajar terdapat dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab XVI. Pengukuran terhadap hasil belajar sering di sebut dengan istilah ujian atau evaluasi, ternyata dalam prakteknya terjadi ketidak serasian antara angka-angka yang di berikan kepada anak didik sering tidak obyektif, di mana pencantuman angka-angka nilai yang begitu tinggi sama sekali tidak sepadan dengan mutu riil pemegang angka-angka nilai itu. Ketika mereka di terjunkan ke masyarakat, tidak mampu berbuat apa-apa yang setaraf dengan tingkat pendidikannya.

Referensi :

Abidin, Z. 2010. Problematika Pendidikan di Indonesia dan Solusi Pemecahannya. (online)(http://meetabied.wordpress.com/2010/02/20/problematika-pendidikan-di-indonesia-dan-solusi-pemecahannya/, diakses 13 September 2011)
Annisah. 2010. Landasan Hukum Pendidikan Indonesia.
(online)(http://www.ichabl.co.cc/2009/09/landasan-hukum-pendidikan-indonesia.html, diakses 13 September 2011)
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.
(online) (http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/, diakses 18 September 2011)
(online) (http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan, diakses 18 September 2011)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Oktober 15, 2012 in Landasan Pendidikan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: